Apresiasi Ekspresi Cinta Tanah Air dari Luar Pagar Grahadi saat Upacara HUT ke-81 RI, Gubernur Khofifah Undang Anak Rayakan Kemerdekaan di Grahadi
- Rusli Djunaidi
- 20 Aug, 2026
SURABAYA I MaduraNetwork.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan apresiasi atas ekspresi cinta Tanah Air yang ditunjukkan masyarakat, khususnya anak-anak, saat mengikuti Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dari luar pagar Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (17/8).
Gubernur mengundang secara
khusus anak-anak yang tertangkap kamera memberikan penghormatan kepada Sang
Merah Putih dari luar pagar Grahadi untuk hadir bersama orang tua mereka dalam
perayaan kemerdekaan bertajuk “Anak Hebat Indonesia Kuat” di Gedung Negara
Grahadi, Selasa (18/8).
Bagi Gubernur Khofifah,
pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi bentuk penghargaan atas sikap teladan
yang ditunjukkan anak-anak, tetapi juga menjadi ruang untuk menguatkan rasa
cinta kepada Merah Putih dan Indonesia sejak usia dini.
Undangan tersebut bermula
dari sejumlah foto dan video yang menangkap momen anak-anak tetap antusias
menyaksikan jalannya upacara meski berada di luar kawasan Gedung Negara
Grahadi. Ketika Sang Merah Putih dikibarkan, mereka secara spontan berdiri
tegak dan memberikan penghormatan.
Momen sederhana namun sarat
makna tersebut menyentuh hati Gubernur Khofifah. Melalui akun Instagram
pribadinya, ia kemudian mengajak anak-anak yang wajahnya tertangkap kamera
untuk datang ke Grahadi bersama orang tua mereka.
"Saya menyampaikan
pesan kepada anak-anak yang ketika hormat bendera, mereka mengangkat tangan.
Melalui Instagram pribadi siang tadi, saya memberi penanda yang kemarin hadir
di luar pagar datang ke Grahadi sebagai bentuk apresiasi untuk mereka,"
ujar Khofifah.
Khofifah mengatakan,
keterbatasan kapasitas membuat tidak seluruh masyarakat dapat mengikuti upacara
secara langsung dari dalam kawasan Gedung Negara Grahadi. Namun, hal tersebut
ternyata tidak menyurutkan semangat masyarakat untuk tetap mengikuti momentum
peringatan kemerdekaan.
Menurut Khofifah, sikap
anak-anak tersebut justru menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dan kecintaan
terhadap Indonesia tidak dibatasi oleh ruang maupun undangan. Meski berada di
luar pagar, mereka tetap memberikan penghormatan ketika Sang Merah Putih
dikibarkan.
"Melihat anak-anak ini
memberikan hormat ketika Bendera Merah Putih dikibarkan, hati saya tersentuh.
Ini adalah contoh sederhana, tetapi memiliki makna yang sangat besar. Ada cinta
Tanah Air yang tumbuh dari generasi penerus kita," ungkapnya.
Atas dasar itulah, Khofifah
memberikan apresiasi secara langsung dengan menghadirkan mereka ke Grahadi. Ia
berharap pengalaman tersebut dapat menjadi kenangan yang membekas sekaligus
semakin menguatkan rasa bangga anak-anak terhadap bangsa dan negaranya.
Khofifah menegaskan bahwa
pendidikan karakter dan nasionalisme tidak selalu harus disampaikan melalui
teori. Nilai kebangsaan juga dapat ditumbuhkan melalui keteladanan, pembiasaan,
serta pengalaman nyata yang dekat dengan kehidupan anak-anak.
“Hormat kepada Bendera
Merah Putih adalah tindakan sederhana. Tetapi dari tindakan sederhana itu kita
bisa melihat bagaimana rasa cinta kepada bangsa dan negara mulai tumbuh.
Anak-anak adalah masa depan
Indonesia. Dari mereka kita berharap lahir generasi yang cerdas, berkarakter,
memiliki empati, serta memiliki kecintaan yang kuat kepada bangsa dan
negaranya,” papar gubernur.
Karena itu, Khofifah
berharap semangat yang ditunjukkan anak-anak tersebut dapat menjadi inspirasi
bagi generasi muda lainnya. Terlebih, di tengah perkembangan zaman dan derasnya
arus informasi, penanaman karakter kebangsaan sejak dini menjadi bagian penting
dalam mempersiapkan generasi penerus Indonesia.
“Kalau sejak kecil mereka
sudah memiliki rasa hormat dan bangga kepada Merah Putih, Insya Allah nilai itu
akan terus tumbuh bersama mereka. Inilah yang harus kita rawat, karena
merekalah yang kelak akan melanjutkan perjalanan bangsa ini,” katanya.
Puluhan anak kemudian hadir
memenuhi undangan tersebut dengan didampingi orang tua maupun pendamping
mereka.
Tak hanya kelima anak
tersebut, kebersamaan di Grahadi juga melibatkan berbagai kelompok anak.
Sebanyak 27 anak yatim turut hadir, dengan 17 anak di antaranya menerima
santunan. Selain itu, hadir empat anak dari UPT Perlindungan dan Pelayanan
Sosial Asuhan Balita (PSAB) serta empat pasien anak dari Omah Terapi.
Kebersamaan semakin lengkap
dengan kehadiran 20 anak dari Sobat Dili (Disabilitas Tuli) Mengaji yang
didampingi empat guru mengaji serta seorang penerjemah bahasa isyarat.
Kehadiran mereka menjadikan perayaan kemerdekaan tersebut sebagai ruang
perjumpaan yang inklusif, hangat, dan memberikan kesempatan kepada anak-anak
dari berbagai latar belakang untuk bersama-sama merasakan semangat kemerdekaan.
“Indonesia ini milik kita
semua. Anak-anak dengan latar belakang apa pun harus mendapatkan ruang yang
sama untuk tumbuh, belajar, bergembira dan mencintai negerinya. Karena
anak-anak hebat hari ini adalah bagian dari kekuatan Indonesia di masa
depan," tuturnya.
Khofifah berharap pengalaman sederhana
tersebut akan membekas dalam ingatan anak-anak. Lebih dari sekadar datang ke
Grahadi, ia ingin mereka membawa pulang kebanggaan bahwa tindakan sederhana
berupa berdiri tegak dan memberikan hormat kepada Sang Merah Putih merupakan
ekspresi kecintaan kepada bangsa yang patut terus dirawat.
"Mereka telah
memberikan contoh yang sangat baik. Semoga semangat mereka menjadi inspirasi
bagi anak-anak Jawa Timur lainnya. Saya juga menyiapkan kaos untuk anak-anak.
Mudah-mudahan pengalaman ini menjadi
kenangan yang indah sekaligus menumbuhkan semakin kuat rasa cinta kepada Merah
Putih dan Indonesia," pungkasnya.
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *

